Siapkonek
Technology Agency
0   /   100

Wajibkah Menambahkan Subdomain untuk Website?

Start Reading

Suatu website dapat memiliki subdomain yang berbeda-beda pada URL websitenya. Jika subdomain tersebut diakses, maka halaman website yang ditampilkan berupa website blog, toko, atau forum dari website induk. Yang menjadi pertanyaan adalah apa pentingnya subdomain bagi suatu website?

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tentang subdomain di dalam sebuah website, mulai dari definisi hingga fungsinya.

Apa Itu Subdomain?

Berdasarkan Hostinger, subdomain merupakan bagian sebelum titik pertama dalam struktur URL website yang berfungsi sebagai ekstensi domain utama sehingga dapat digunakan untuk membuat halaman website lain dengan konten yang tak kalah berbeda dari website induk.

Kita sering menjumpai subdomain pada suatu website dalam bentuk blog, toko, forum, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan domain utama. Jika dianalogikan, domain merupakan sebuah rumah dengan subdomain-subdomain sebagai kamar-kamar yang ada di dalam rumah tersebut.

Umumnya, alamat domain terdiri dari dua bagian: Top-Level Domain (TLD) yang berupa .com atau .org dan Second-Level Domain (SLD) yang berisi nama domain suatu website yang umumnya menggunakan nama merek.

Subdomain terdapat di depan SLD dalam bentuk www. atau World Wide Web. Subdomain ini hampir ada di setiap domain dan sering disertakan dalam pembelian alamat domain.

Baca Juga : Milkshake Website Builder: Cara Membuat Website Milkshake

Apa Pentingnya Subdomain untuk Website?

Subdomain memiliki peran yang sangat penting bagi suatu website. Berikut adalah pentingnya subdomain untuk suatu website:

  • Memudahkan Pengelolaan Website

Fungsi utama dari subdomain suatu website adalah untuk mengelola bagian-bagian website sehingga memudahkan pengunjung untuk mengakses bagian-bagian website.

Biasanya, suatu website memiliki macam-macam subdomain untuk membagi bagian-bagian website, seperti blog.nama domain.com untuk bagian blog website, store.nama domain.com untuk bagian toko, dan lain sebagainya yang dapat disesuaikan dengan fungsi bagian tersebut.

  • Menargetkan Daerah Geografis Website

Dengan subdomain, Anda juga dapat membuat bagian website khusus untuk daerah tertentu, baik untuk membedakan bahasa maupun daerah untuk setiap halaman website.

Sebagai contoh, Wikipedia memiliki URL domain www.wikipedia.com atau en.wikipedia.com. Namun, URL khusus untuk halaman website Wikipedia berbahasa Indonesia adalah id.wikipedia.com, sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa id. merupakan subdomain dari Wikipedia untuk memisahkan halaman website khusus untuk Indonesia dari halaman website Wikipedia yang menggunakan bahasa default Inggris.

  • Optimasi SEO

Jangan salah, adanya subdomain sangat membantu dalam optimalisasi SEO website, terutama jika Anda memiliki subdomain yang bersifat geografis pada website Anda.

Misalkan, Anda menggunakan “jakarta” sebagai subdomain untuk website Anda, maka akan lebih banyak lalu lintas yang berasal dari subdomain “bandung” dan tergantung pada apa yang dicari orang.

Kemudian, Anda juga bisa memanfaatkan subdomain untuk optimasi SEO dengan menyematkan kata kunci yang sesuai dengan tema website Anda dalam bentuk subdomain. Perlu diketahui bahwa cara ini biasa digunakan para pemilik website besar dan para internet marketer dan diketahui dapat membuat website Anda dikunjungi lebih banyak pengunjung.

Kesimpulan

Dari artikel tersebut, maka dapat disimpulkan suatu subdomain sangat penting dalam suatu website, karena dapat memudahkan untuk memudahkan dalam membagi-bagi bagian website dan menargetkan website secara geografis, serta membantu dalam optimasi SEO website.

Buat Website Gratis Sekarang!