Pitching adalah kegiatan presentasi secara singkat untuk meyakinkan klien, calon klien, calon investor, atau partner bisnis agar mau bekerja sama dengan Anda. Durasi presentasi dalam pitching biasanya berkisar selama 10-15 menit. Pitching menjadi sarana untuk membangun kesan atau impresi baik tentang perusahaan kepada audiens Anda.

Pada dasarnya, tidak ada patokan atau ukuran dalam melakukan pitching. Namun, Anda dapat mencari tahu terlebih dahulu tiga fokus utama dalam melakukan pitching, yaitu: audiens, tujuan, dan cara presentasi produk. Fokus tersebut harus diketahui supaya Anda bisa merancang strategi pitching yang efektif.

Pitching tentu saja berbeda dari presentasi. Perbedaannya terletak pada durasi pitching yang lebih singkat daripada presentasi. Isi materi yang dibawakan pitching pun bertujuan untuk memengaruhi audiens sehingga harus dirancang secara menarik, persuasif, dan tidak membosankan.

Tips Melakukan Pitching dengan Efektif :

Anda mungkin sudah terbiasa melakukan presentasi, tetapi masih ragu saat mengadakan sesi pitching bersama klien. Perasaan tersebut wajar karena teknik presentasi dan pitching memang berbeda. Cobalah menerapkan tips di bawah ini supaya kegiatan pitching Anda berjalan efektif sehingga bisa diterima oleh audiens.

  1. Kenali Audiens Anda 

    Langkah ini harus dilakukan dahulu sebelum menentukan materi dan teknik pitching yang ingin dibawakan. Mengapa? Materi dan teknik pitching sebenarnya bergantung pada audiens Anda.  Mulailah langkah ini dengan mencari tahu kondisi demografis audiens, kemudian menyusun pitch desk sesuai masalah dan kebutuhan mereka. Mengenal audiens juga akan membantu Anda dalam menentukan gaya bahasa, gerak tubuh, dan penampilan saat pitching.
  1. Fokus pada Tujuan Pitching

    Pada saat presentasi, berikan informasi penting dan relevan dengan kebutuhan audiens Anda. Contohnya, Anda hendak pitching dengan klien yang memiliki masalah dalam website-nya. Jelaskan saja mengenai produk yang cocok untuk mengatasi masalah tersebut serta manfaatnya kepada audiens. Audiens Anda pun tetap fokus sampai selesai pitching sehingga mereka mampu memahami materi yang disampaikan.
  1. Lakukan Riset Mendalam 

    Riset mengenai data dan informasi akan membangun kepercayaan audiens terhadap bisnis Anda. Mereka akan lebih yakin dan mau bekerja sama dengan Anda karena isi pitching Anda didasarkan pada fakta dan riset. Namun, selektif pula memilih data yang ingin dibawakan agar tidak memakan banyak waktu presentasi.
  1. Akhiri dengan Call-to-Action ( CTA )

    Kunci agar pitching Anda terlihat lebih unik dibandingkan kompetitor terletak pada CTA. Poin ini bertujuan untuk memberi tahu audiens mengenai apa yang harus dilakukan setelah pitching. Isi CTA harus jelas, to-the-point, serta tidak terdiri dari berbagai macam pilihan yang membingungkan audiens.
  1. Berikan Kesempatan untuk Bertanya 

    Pitching harus dilakukan secara dua arah agar lebih interaktif. Audiens pun pasti memiliki pertanyaan selama Anda melakukan presentasi. Oleh karena itu, berikan mereka kesempatan untuk bertanya. Jangan panik apabila mendapatkan pertanyaan yang sulit. Tetaplah tenang dan jawab pertanyaan audiens dengan percaya diri sebagai bentuk profesionalisme Anda.