Tidak peduli seberapa inovatif ide bisnis Anda, akan selalu ada pesaing. Biasanya di mana ada bisnis yang menguntungkan, ada banyak pesaing, itulah sebabnya keberadaan pesaing sering digunakan sebagai indikator apakah pasar bisnis yang ada dan potensi keuntungan yang besar. Oleh karena itu, daripada memperlakukan pesaing sebagai “musuh”, lebih baik memperlakukan mereka sebagai pesaing dan mencoba mempelajari lebih lanjut tentang mereka.

Kompetitor Tidak Selalu Dianggap Sebagai Lawan

Saat memulai bisnis, para pelaku bisnis sering menganggap pesaing sebagai bisnis. Dikatakan bahwa pesaing selalu mempersulit operasi bisnis. Bahkan perang harga bisa terjadi, karena banyak pesaing bersaing untuk kemungkinan pasar yang menyusut.

Anggapan seperti itu sangat masuk akal. Namun, memperlakukan pesaing sebagai musuh sering kali membuat bisnis menjadi jauh lebih sulit. Lagi pula, pesaing nyata juga bisa menjadi sumber pengetahuan.

Dari pesaing Anda, Anda bisa melihat kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri Anda. Mereka bisa menjadi tempat untuk mempelajari hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Selanjutnya, Anda bisa melihat potensi pasar yang mungkin belum tergarap dengan baik.

Apa Saja yang Bisa Dipelajari dari Kompetitor?

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pesaing. Dari cara memasarkan suatu produk hingga mengetahui cara melayani calon konsumen yang menjadi pembeli, semua itu bisa dipelajari dari mereka. Inilah yang dapat Anda pelajari dari pesaing Anda.

  1. Cara Memasarkan Produk atau Layanan

    Cara beriklan pesaing Anda bisa dijadikan acuan, apalagi jika cara ini terbukti efektif. Tidak ada salahnya sedikit meniru apa yang mereka lakukan. Jangan terdengar seperti Anda menipu mereka.
  1. Belajar Mengenali Target

    Mengidentifikasi tujuan adalah awal dari strategi penjualan dan pemasaran yang sukses. Jika Anda tidak tahu siapa target audiens Anda, sangat sulit untuk menjual produk atau layanan. Anda dapat mempelajari hal-hal seperti ini dari pesaing Anda.
  1. Belajar Cara Melayani Prospek

    Menetapkan tujuan adalah awal dari strategi penjualan dan pemasaran yang sukses. Jika Anda tidak mengetahui siapa target audiens Anda, akan sangat sulit bagi Anda untuk menjual suatu produk atau jasa. Anda dapat mempelajari hal-hal seperti ini dari pesaing Anda.
  1. Belajar Mengenali Nilai

    Barang diskon saja. Tetapi penjualan yang Anda dapatkan lebih rendah dari pesaing Anda. Dari sana, Anda akan belajar mengapa pesaing Anda lebih menarik bagi pelanggan. Di sinilah Anda belajar bahwa banyak pelanggan membeli nilai, bukan hanya produk atau layanan.

    Keberadaan pesaing dapat menjadi sumber pelajaran yang berharga bagi pertumbuhan suatu bisnis. Dari mereka Anda dapat mempelajari banyak hal tentang hal-hal yang tidak dapat Anda temukan di buku-buku bisnis. Oleh karena itu, daripada melihat pesaing Anda sebagai “musuh”, cobalah untuk melihat mereka sebagai pesaing tempat Anda belajar bagaimana mengembangkan bisnis Anda.